Thursday, September 03, 2009

Perempuan Perkasa

Inspirasi itu sebenarnya banyak muncul di pagi hari, sambil jalan kaki menuju angkot merah di depan pintu masuk komplek kost. Entah kenapa bisa begitu, tapi sayangnya ketika sudah sampai kantor, semua itu terlupakan, lupa untuk segera menuangkannya di word atau e-mail kantor seperti sekarang, karena banyak hal-hal kecil yang menunggu untuk dikerjakan setiap hari, di pagi hari. Apalagi kalo udah ketemu Bapak di sebelah ruangan, kemudian dia bilang "Selamatto Pagii..", langsung deh rasanya kerja hari itu sudah dimulai..hehehe...

Hampir tiap hari aku mikir melihat keluarga India di pinggir jalan utama komplek, memarkir mobil meraka dipinggir jalan. Keluarga, ya, keluarga, Bapak-Ibu dan anak2 yang setiap hari berkumpul di sepanjang jalan itu. Tapi.. kayaknya diceritain lanjutannya besok saja, sekarang lagi agak ga mood untuk menulis tentang ini.
Mari kita cerita-cerita tentang yang lain aja, yang aku juga udah sempet kepikiran buat menuangkannya di blog beberapa hari yang lalu.

Barusan, aku sempet online dari HP, iseng aja, gak untuk ngajak ngobrol siapa-siapa sebetulnya, paling kalo ada adek lagi online, disapa sebentar. Sampe akhirnya liat status ym! nya temen, yang isinya berita duka cita atas kepergian anak dari kakak kelasku SMA, yang baru2 ini lahir. Aku kurang tahu sebabnya apa, cuma memang waktu itu pernah denger kalo ada masalah, dan akhirnya melahirkan dengan operasi. Dan ternyata hari ini Allah memanggilnya. Mbak Erlin n Mas Afif, semoga diberi ketabahan dan kesabaran.. Allah knows the best for all of you, especially for him.
Aku sebenernya udah lama banget gak kontak ato nyapa2 mbak Erlin, sejak lulus SMA mungkin ya, padahal we're connected through friendster and facebook hehe.. Yah yokatta menyambung silaturahmi lagi dengan sapaan, walaupun sayangnya melalui hal yang berat buat mereka.

Rasanya masih agak gimana..gitu di dada, setelah baca status ym! nya Asta tadi..
Hari minggu yang lalu(kalo ga salah). Aku nonton Oprah tapi bukan yang disiarin TV lokal, kebetulan TV di dapur kost itu TV berbayar alias cable TV, jadi waktu itu aku nonton Oprah lewat channel luar. Hari itu guest-nya Celine Dion. Wahh..tidak boleh dilewatkan hehehe..

Celine talked about her book, which tells about 12 heroes who could be our inspiration to live our life. They are 12 children, with great experience in their life. Some have disabilities, had a very hard time to continue their live, but one thing is that they struggle for their life through what they've been through and they did it, they succeed it.
Selain itu Celine juga cerita sedikit tentang keluarga, terutama anak laki-laki satu2nya. I didn't see it form the beginning, jadi gak tau sebenernya apa topik hari itu, tapi sepertinya.. tentang anak/ keluarga.

Sampai kemudian ada penonton yang mengirimkan entah surat atau e-mail atau melalui website oprah, dia recommed oprah untuk melihat sebuah video, yang diupload di youtube, berjudul 99 balloons, cerita tentang keluarga, dengan anak pertamanya, Eliot, yang menderita Trysome-18 sejak masih di dalam kandungan. Video itu diputar, semua menonton, including me dari kost. n hasilnya.. aku yang hampir gak pernah nangis kalo liat yang sedih2 di TV aja bisa sesengukan, both Oprah and Celine nangis, I think everybody would cry seeing the video..
Sedih banget..narasi-nya dibacakan sama Ayah si bayi, yang menceritakan menjelang kelahirannya, vonis penyakitnya, vonis dokter atas penyakitnya, sampai kelahirannya, dilanjutkan dengan keseharian setelah Eliot lahir dan berjuang melawan penyakit mematikannya, sampai di hari ke 99.. ah..keren lah pokoknya. Narasi itu seperti sebuah surat untuk Eliot setiap harinya.. can you imagine that..?
Gak ngebayangin kalau aku yang jadi orang tua Eliot..berat pastinya..

Kemudian ternyata oprah terhubung dengan Ginny and Matt, the parents, mereka ngobrol sedikit, 1 hal lagi yang menurutku keren n hebat banget, dan ternyata celine dion juga berfikir begitu, adalah pernyataan dari Ginny ketika dia ditanya bagaimana perasaannya, mengetahui segala vonis itu, dan dia bilang, pada saat itu dia gak mau sedih, gak ada waktu buat sedih selama 99 hari kebersamaan dia dengan Eliot, sedih itu nanti, sekarang yang terpenting ya hanya happy, happy to be with Eliot, memanfaatkan setiap detik kebersamaan yang ada tanpa mengkhawatirkan yang nanti. Intinya, apa yang ada sekarang dinikmati, selagi masih ada waktu. Hehe.. Ibu yang hebat.. Ibu yang gak mau sedih bersama anaknya, karena hidup bersama anaknya terlalu berharga buat dia meneteskan air mata walaupun hanya satu tetes.

Dan ketika anaknya pergi..mungkin rasanya "hancur", tapi ketika mereka berfikir bahwa itu semua yang terbaik untuk anaknya..mereka punya kekuatan kembali.
Sugee Jan?!*

Kurasa semua Ibu begitu.. ;)


*hebat bukan?!

Thursday, August 27, 2009

mengganggu

I just don’t get it. Ngga ngerti jalan pikiran beberapa orang, hal yang buruk di elu-elu kan , yang baik, ditertawakan. Padahal efeknya bisa jadi cukup besar either untuk orang tersebut, ataupun secara umum pandangan orang yang nantinya ya..akan menjadi sebuah pola pikir yang akan diterima oleh dirinya, oleh pemahaman dia sendiri.


Secara tidak langsung, orang akan menilai itu benar, itu biasa, karena apa? Karena itu disosialisasikan melalui elu-elu atau sebaliknyaorang akan menilai sesuatu aneh, karena masayarakat terbiasa menertawakannya, how ironic.


Mungkin tidak selalu begitu, banyak orang yang mempunyai pendirian dan hati yang kuat untuk tetap berada dalam pendiriannya ketika orang-orang memandangnya aneh ataupun menertawakannya. Tapi sayangnya..lebih banyak orang yang tidak begitu.


Aku teringat dengan satu kejadian yang lalu, mungkin sudah beberapa tahun yang lalu. I was there, I just finished my prayer or..I was just about to start it. Ada seseorang yang juga akan sholat pada saat itu, yah mungkin, sama sekali tidak bermaksud suudhon, mungkin beliau agak jarang terlihat sholat di depan umum/ di depan teman-temannya. Tapi gak ada yang tau kan dia dirumahnya? Toh ibadah is just about us and Allah.. Mungkin karena hal itu, ada temannya yang seketika melihatnya bersiap-siap untuk sholat, langsung berkomentar sambil tertawa “ Cieh xxx sholat!”(or semacam itu aku lupa persisnya). Dan hal itu memecah konsentrasinya sehingga dia tertawa dan butuh waktu cukup lama untuk bisa kembali sholat. Dan aku tak tahu keesokan hari dan seterusnya.


Why? Why should you talked like that? Yah mungkin itu hanya bermaksud bercanda, tapi emangnya ada yang salah? Sampai-sampai mau sholat aja di cieh2 in.. Dengan kalimat seperti itu, orang bisa saja mengambil kesimpulan sendiri bahwa dia tidak pernah sholat, dan kali ini dia sholat, padahal belum tentu begitu, walaupun mungkin juga belum tentu salah. Tetapi apa salahnya kita berkomentar yang lebih educated lagi, berilah komentar yang mengarah ke support, sehingga dia merasa nyaman melakukan ibadah, bukan memecah konsentrasi beribadahnya. Kalau perlu gak usah berkomentar, just say hamdalah in your heart, dia dapet pahala, kita pun juga karena sudah mensyukurinya.


Hal-hal seperti ini sering sekali terjadi. Akibatnya.. lihat saja yang terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang.. Kemana kiblat hidup mereka?pola pikir? gaya hidup?fashion? Lihat dan telaah lagi, apa yang mereka pahami sebagai“keren” dan“gaul”?


Intinya, perubahan untuk menjadi pribadi atau mencapai sesuatu yang lebih baik itu haruslah disyukuri, dido’akan, disupport. Dan dalam kaitannya dengan seseorang, kita harus tahu bahwa orang itu berbeda-beda. Ada orang yang dengan sedikit ledekan dia bisa saja cuek and keep go on,even malah bikin dia bersemangat, ada orang yang malah akan jadi “jiper” dan “malu” dengan perkataan kita, dia kehilangan kepercayaan diri untuk melakukannya lagi, bisa sampai dia berhenti melakukannya dan kita lah yang menjadi penyebab semua itu. Penyebab orang menjadi baik, gawatnya lagi, penyebab orang menjadi jauh dengan Tuhan.


Kamu mau bertanggung jawab untuk itu?


-office, sebelum pulang-

Sunday, March 01, 2009

Just pretending to be innocent hah!

mo..
He loves me I know.
He won't let me being cheated for a long time.
He won't let me know nothing.
Thank you Allah..

I know what's going on.
I just pretend to be innocent.
you, don't you ever feel relieved that I won't know.
I will know, and I know now.

watashi, shiranai wake nai desho!!!!!
kizuita.
what do you want hah? what did I do to you hah?

Saturday, January 24, 2009

Belajar Bersikap Baik

Janji adalah janji,
Janji adalah hutang,
Janji adalah apa yang sudah terucapkan oleh mulut sebagai bentuk dari sebuah komitmen pada saat itu terhadap lawan bicara,
Janji adalah bagian dari memegang sebuah amanah

Menepati janji adalah bagian dari cara membayar hutang,ketika janji adalah sebuah hutang,
Menepati janji adalah bagian dari sebuah profesionalisme,
Menepati janji adalah bentuk dari cara kita mejaga sebuah amanah,
Menepati janji adalah bagian dari cara kita menghargai orang (yang kita beri janji)

Banyak keadaan dimana kita dihadapkan pada keadaan sulit atau bahkan tidak bisa memenuhi janji, tapi selalu ada solusi untuk mengatasi itu.

Konfirmasi.
Adalah hal yang paling mudah dan cepat bagi kita untuk bisa dengan cepat memberi kabar ketika kita sulit/tidak bisa memenuhi janji.

Tetapi apapun itu, intinya, dari diri kita sendiri, sudah harus ada itikad baik untuk bisa dengan maksimal untuk bisa memenuhi setiap janji kita terhadap seseorang.
Tidak boleh menggampangkan sebuah janji.
Menepati janji, adalah bagian dari cara kita bersikap baik terhadap seseorang.
Tidak bisa menepati janji karena menggampangkan sebuah janji? Sering ingkar janji? Berarti dia kurang bisa bersikap baik dan semestinya terhadap orang tersebut.

Salah satu yang bisa aku pelajari dan ambil dari orang2 jepang adalah bagaimana mereka memegang teguh sebuah janji, sebuah amanah. Amanah dalam hal apapun. Dan ironis ketika melihat orang yang seharusnya lebih bisa menjaga amanah karena dia tumbuh dan besar dengan ajaran2 agama yang mengajarkannya tentang amanah, ternyata bisa melalaikan sebuah amanah dan janji dengan gampangnya, segampang dia membalikkan badan.

Sejak dulu, untuk sekali atau beberapa kali di awal aku mungkin masih bisa deal dengan orang bertipe seperti ini. Tetapi untuk selanjutnya, biasanya aku memilih untuk menjauhi atau minimal menghindari berurusan yang berkaitan dengan janji dengan orang tersebut. Mau jadi orang-orang seperti ini yang berikutnya? Jadilah, kalau kamu ingin merugi, bukan karena masalah dijauhi sama aku, itu gak penting, tetapi karena kamu semakin jauh dari keteladanan sang Nabi kalau kamu mengidolakannya, jauh dari predikat al-amin, yang dapat dipercaya.

Friday, January 09, 2009

P*rn

What I categorized as porn in this post is porn film, porn pictures-magazine, any sexual related entertainment, and activities.

All of us knows, laki-laki itu memang pasti secara umum lebih doyan dan suka, atau mungkin bisa disebut penikmat hal-hal yang *maaf* berbau seksual. Aku pernah dapet e-mail di milist, disitu ada perumpamaan kalo digambarkan otak, porsi terbesar yang menguasai otak itu adalah SEX. Aduh, sepertinya masih ada e-mailnya, tapi ribet banget kalo dicari lewat koneksi kantor yang lemot ini. Later I’ll upload if I find it.

Tapi sejauh mana kita harus memberi toleransi atau memaklumi bahwa itu merupakan bawaan dan cetakan biologis dari manusia berjenis laki-laki? mana yang harus dibedakan, antara yang memang bawaan manusiawi, dengan kebiasaan buruk mereka yang overdose menikmati hal-hal begituan dari misalnya: film blue, majalah khusus laki-laki yang gambar2 nya isinya cewek2 miskin semua karena pada ga pake baju, atau minim berpakaian?Tolak ukur di diri mereka masing-masing pun sepertinya berbeda.

Mungkin aku lagi capek aja berurusan dengan beginian. Pembicaraan nyerempet-nyerempet yang sering aku dengar, rekan kerja yang hobi ngirim e-mail gambar2 “aneh” ke rekan yang lain, trus di buka di kantor, dan kebetulan aku duduk di deretan belakangnya sehingga akhirnya jadi keliatan.

Miris rasanya ngeliat perempuan-perempuan itu difoto seperti itu. Kebetulan sepertinya itu orang Indonesia, kalaupun nggak, pokoknya dia ras melayu lah, jenisnya sama. Foto kayak gitu ada karena apa? Karena ada permintaan pasar atas itu? Karena perempuannya mau berfoto seperti itu? Dua-duanya jelas mempengaruhi. Tapi dari dua itu, yang mana akarnya? Semua pasti bisa menjawab dengan argumen sendiri-sendiri.
Belum lagi kasus foto 2 artis Indonesia yang memang terkenal sering berpakaian agak minim itu, beritanya lewaaat.. terus di TV. Opo ra judheg?

Mungkin ada juga perempuan yang menikmati ngeliat begituan. Tapi rasanya kalau buat aku yang perempuan, kok sepertinya ga bisa. Ada rasa *maaf* jijik, sedih, karena ya…obvious lah kalo aku sih,itu bukan untuk diobral sana sini..
Okey, manusia itu beda-beda.

Sekitar setahun yang lalu, aku pernah menanyai teman-teman chat ku yang lagi pada online. Teman-teman chat ku yang cowok pastinya. Tentang ini juga, tapi lebih khusus, tentang porn film. Apa pernah? Seberapa sering? Dan apakah tidak ada cowok di dunia yang ga pernah liat film porn?
Dan.. pernah semua, walaupun ada juga yang karena tidak sengaja, atau intinya bukan niatan mereka menonton film itu. Ehm, mungkin ada yang skeptis dengan pernyataan barusan, tapi let’s just be positive, mungkin memang seperti itu. At least, itu yang mereka kemukakan ke aku.
Waktu itu.. tiba-tiba aja aku nanya kayak gitu ke orang-orang. Aku mendadak ingin tahu dan ingin mencari data n alasan yang lebih kongkrit dan nyata di depan mataku. Sebelumnya, aku juga sempet ngerasa kaget dengan pengakuan seorang teman yang tidak aku nyana-nyana, dia hobi sekali nonton beginian. Mungkin itu menjadi pemicu juga.

Jadi, sejauh mana aku harus memaklumi hal ini sebagai bawaan biologis mereka? Kalaulah aku ini laki-laki, aku pasti tau tolak ukurnya, aku pasti sadar, kalaupun aku gak mau mengakuinya, di hati kecil itu pasti tau, mana yang sebenernya sudah melewati batas. Ingin berusaha berniat baik dengan positive thinking, tapi…

Kalau sudah melewati batas, apa yang bisa menjadi pengontrol? Mungkin harus mempelajari lagi apa itu pengertian dari istilah zina mata dan apa hukumnya, tentu saja, buat yang muslim, untuk yang lain, kebetulan kurang tahu. Begitu?

Niat Baik

Niat baik datang dari hati yang baik, namun tidak selalu dari orang yang baik. Orang yang sedang kurang baik pun ada masanya berhati baik, karena pada dasarnya kita manusia itu baik, punya hati kecil yang tidak bisa dibohongi.

Niat baik sering disalah artikan bahkan tidak dianggap, kalau sudah begini, sering pada akhirnya menyakiti sang empunya niat baik.
Namun niat baik juga sering salah, salah karena dia terlalu baik namun ternyata dimanfaatkan oleh orang yang kurang baik.

To be continue (kalo ga lupa :p)

(January 9th 2009)

Thursday, January 08, 2009

Zionis Laknatullah!

Kepalaku mendadak sakit. Pusing dan terasa berat, pengen menjatuhkan kepala di kasur atau bantal.

Aku bisa browsing di kantor, *Isa san, arigatou!*. Dan pagi ini aku sengaja buka2 situs berita, mencari berita tentang Agresi Israel ke Palestina, lagi, sejak Desember lalu. Korban semakin banyak berjatuhan, beratus-ratus..

I don’t know what to say, gila, gila gila. They’re crazy. I’m not sure if they’re really human or what?! Continuous and repeated attacks, with no considerations of what you attack, if they are children, women, paramedics, or building you bomb is a hospital, school, even mosque. Imagine you live with shadows of dead in every second of it. You feel sleepy but you can’t close your eyes, or you sleep with bomb sounds of lullaby. That is just ridiculous, this is a holocaust.

Semua bisa melihat, itu benar- benar kejahatan perang. Ini bencana kemanusiaan, jangankan atas dasar agama, kamu membela agamamu, kaummu, saudaramu. Manusia tidak beragama pun bisa melihat ini sebagai bencana kemanusiaan, kejahatan perang. Lalu orang2 yang tidak bisa melihat itu? Disebut orang?disebut manusia?

Kemenangan itu akan datang. Semua harus dibayar dengan kemenangan Islam! Kemenangan itu akan datang.. pada waktunya, waktu dimana dunia ini juga akan segera berakhir..

(January 8th 2009)

Wednesday, January 07, 2009

Anak-anak

Last weekend aku main ke rumah Oish di Depok. Kalo di depok, biasanya dan seringnya tujuan dan tempat nongkrongnya itu rumah oish, atau warnetnya.
Nah hari minggu-nya aku di warnet, heheh.. yang tau gimana aku sama komputer dan koneksi internet, pasti paham kalo warnet bisa menjadi “surga dunia”.

Siang-siang, abang2 gorengan lewat, oish dan abang2 di warnet nyebutnya si “ abang goreng sayang” tau knapa bisa gitu, kenapa pake sayang2an sama abang gorengan? Apa karena sering dikasih bonus? Hehehhe..
Kembali ke Lap..Top (*tukul mode: ON), siang itu panas banget, panas yang terik dan dijamin item kalo keluar2, boro2 takut item, kena mataharinya dikit aja berasa panasnya, jadi blom sampe ke takut itemnya, udah bingung kepanasannya. Pas itu abang gorengan lewat, pada pengen beli, pada pengen ngemil, Cuma dari 5 orang yang di warnet waktu itu ga ada yang mau keluar karna males kepanasan, lempar-lemparan sana sini, akhirnya udahlah aku sama bang novan yang keluar, kepanasan dikit, tapi bisa comot2 gorengan langsung kan? hehe..:p. Tapi untungnya si abangnya berhenti mepet di seberang jalan, jadi teduh. Langsung pilih2 gorengan, comot2 dikit, sambil nunggu mendoan-nya oish sama tahu-nya bang febi digoreng, aku tarik aja kursi si abangnya, duduk, trus abang gorengannya ke warung deket situ, nah gantian bang novan sok2 mau jadi tukang gorengan, nggoreng2 mendoan sama tahu sambil mukul2in sodet buat nggoreng ke penggorengannya, n jadinya menghasilkan bunyi khas tukang gorengan “tek..tek..tek..” gitu.

Tau2 dateng segerombolan anak2, sekitar.. 5 orangan gitu, abis maen darimana gitu kali ya, langsung nyamperin ke arah gerobak gorengan, n langsung nyerocos
“ Bang bang, gorengannya 2” sambil mengulungkan uang 1000 ke bang novan.
Yang disodorin duit, langsung ngedrop.. :p dikira tukang gorengan hahaha.. sambil diem aja dengan muka yang ngedrop, n aku yang ketawa2 ngakak disamping, aku masih nunggu reaksi si anak ini juga, ngeh ga ya? Kalo ini bukan tukang gorengan asli nya.. ehh.. si anak masih gak ngeh dong.. masih ngomong lagi..
“ Bang bang, gorengannya 2”
Akhirnya bang novan ngomong juga,
“Bukan yang ini, itu tukang gorengannya” sambil nunjuk ke si abang goreng sayang. Aku masih ketawa2 aja, trus abang gorengannya balik ke gerobak, dan bang novan yang dari raut mukanya masih ngedrop trus duduk di bawah dket gerobak hahaha..
Trus anaknya baru sadar,
“ Eh iya, kirain yang ini.. taunya ada istrinya di sebelah”
ha??*siiiiiiinggg#$%#@^%%^#$%@#$%* hahahh..

Anak ini umur berapa.. kok bisa ngomong istri-suami gini.. Aku langsung kepikiran gitu. Dari postur tubuhnya, keliatan masih kecil. Langsung aja aku tanya,
“ Dek, kelas berapa?”
“kelas dua” Jawabnya.
Trus berturut-turut satu persatu anak2 itu aku tanya kelas berapa. Lainnya ada yang kelas 5, 4. Bang novan yang kayaknya menurutku masih rada sensi soal gorengan tadi ikutan nyambung,
“ Ga naek berapa kali lu?”
Trus dijawab sama salah satu anak,
“ Naik terus, dia juga naik terus, ini nih yang ga naik..”
sambil nunjuk ke arah si bocah kelas 5 SD di sebelahku. Trus ditanya lagi,
“ Ga naik berapa kali?”
“ Dua kali” jawabnya.
Padahal dari tampang dan postur tubuh sih masih pantes buat anak kelas 5 sd kalo menurutku. Cuma mukanya terlihat lebih kalem dibanding teman-temannya. Aku menyambung lagi
“ Berarti harusnya kamu udah SMP ya?”
“ Iya kelas 1” Jawabnya.
“ Kenapa bisa ga naik? Males belajar ya?” aku tanya lagi.
“ Sekolahnya di Tugu Ibu, susah-susah pelajarannya..” jawabnya lagi.
Aku bingung tadinya, tugu ibu apaan.. ternyata itu nama sebuah SD di depok situ.
Trus mendoan dan tahu pun selesai di goreng, langsung kita bungkus n balik ke warnet, anak2 itu pun lanjut jalan lagi ke arah yang berlawanan dari mereka dateng tadi.

Anak2 ini.. ada-ada aja.
Aku mendadak kangen sama masashi, shinta-kun, dan anak2 matsura shougakkou lainnya, juga again, souma, ryouta, ryouga kun di minami tatteishi kumon. Usianya seumuran, dan biasanya kalau ada exchange gitu, aku lebih deket sama anak2 cowok daripada yang cewek2. Ahh.. aitai na minna!

Pola pikir seseorang bisa terbentuk juga dari apa yang dikonsumsi orang setiap hari. TV itu salah satu pengaruh besar bagi masyarakat sekarang, segala usia, yang rawan adalah usia2 pertumbuhan yang bisa menyerap segala sesuatu dari apa yang mereka lihat. Tapi bukan berarti yang sudah dewasa pun bisa lepas dari pengaruh, tanpa disadari itu sering membentuk pola pikir juga tingkah laku sehari-hari, sederhana dan simple saja, cara berbicara, cara melihat dan menilai orang dan lingkungan, cara menilai dan menempatkan diri sendiri, tanpa disadari kita terbawa. Anak-anak yang ikut ibunya nonton sinetron dewasa, pikirannya yang ga ruwet bisa jadi terbawa ruwet sama “konflik aneh” yang ditampilkan di sinetron itu. Belum lagi cara berbicara, ada tokoh jahat yang mulutnya judes banget misalnya, bisa ditiru, setelah itu penonton yang kesel sama si tokoh jahat ini pastinya juga akan mengumpat dengan segala sumpah serapah ngata-ngatain si tokoh ini, dan si anak mendengar, lalu mungkin nantinya terbiasa mengumpat juga.

Aku sampe mengingat-ingat n nanya Isa san di sebelah, dulu waktu masih kecil, umur berapa paham dan tau istilah suami, istri, gitu2 ya? Tapi gak inget-inget juga sampe sekarang hehe..
Tapi menurutku anak-anak sekarang lebih banyak dan lebih cepet tau hal-hal seperti itu, info cepet, media banyak dan mendukung..ya beginilah jadinya..

Cuma yang agak miris dengernya, kok bisa sampai gak naik kelas 2 kali.. aduh dek.. Sekolah dimana-mana itu ya susah, makanya harus belajar kan, kalo gara2 pelajaran susah trus jadi gak naik, waduh.. rugi waktunya juga. Tapi ya.. karena udah kejadian, mungkin untuk dia memang harus melalui proses seperti itu, yang penting, dari sekarang untuk ke depan harus lebih baik!
Seperti kata Nakase San, bosnya production yang unik, gaya rambut seperti dragon ball, orangnya nyentrik, tapi 1 hal yang aku tangkap dari dia adalah, dia orang yang gak mau mencari kesalahan orang, gak mau melihat ke belakang, yang penting adalah gimana mengatasi keadaan sekarang dan kedepannya.
Dan itu.. berlaku buat semua orang, termasuk aku, kamu, kita semua. :)

Oh iya! Tambahan cerita, sore pulang kantor, aku disambut sama si kecil Amel, anaknya bu kost yang paling kecil, umurnya 2 tahun. Dateng-dateng dia bawa beberapa buku di tangannya sambil bilang
“ Mba Neno, Amel punya buku” dengan suara beratnya dan agak ga jelas
“ Buku gambar ya Mel?” aku balik nanya
“ Buku Amel, baru “ jawabnya sambil terus meluk buku-bukunya.
Then aku masuk ke kamar naro barang-barang. Waktu keluar lagi n ketemu mami-nya, dia cerita, ternyata tadi pagi Amel ke playgroup, sama yayasannya dengan sekolah abang-abangnya di deket rumah sini. Udah sampe Playgroup, aku juga gak ngeh peris nya gimana, apa sekalian nganter abang-abangnya aja, apa emang sengaja mau liat sekolah, tapi udah sampe sana, masuk n main, trus Amelnya ga mau diajak Pulang. Jadi akhirnya langsung di masukin ke Playgroup sama mami-nya.
Hehehe.. anak itu emang udah beberapa minggu ini pengen banget sekolah, dirumah udah suka pake tas digendong kemana2, pake sepatu, Cuma kurang seragamnya aja. Kalo ditanyain mau kemana, pasti jawabannya selalu “ Mau sekolah”.
Ini mungkin ya, namanya mental anak yang siap masuk sekolah, kayak ibuku dulu pernah bilang.
Sayangnya tadi pagi aku gak sempet ketemu, n liat apa dia bener2 sekolah juga pagi ini, karena tadi rada buru2, keluar kamar aku langsung ngacir keluar rumah berangkat ke kantor.

Ahh.. anak-anak tu emang..
:)

(January 7th 2009)