Wednesday, December 08, 2010

time doesn't match

I wanted to write. But then many things came up and ended up I couldn't write anything.
Now I have time but I don't know what to write *sigh*

Confuse,thousands of words inside, mixed up like gado-gado, normal gadp-gado with chilli.

OK, let's burn this thousands words, let's see what comes next in my dream hahaha

Thursday, July 22, 2010

oh Glee

I can't fight this feeling anymore
I've forgotten what I've started fighting for
It's time to bring this ship into the shore
And throw away the oars,
Baby I can't fight this feeling anymore



give me strength if I have to fight for any longer
then I might fight for any longer even forever

Tuesday, July 20, 2010

Makan Siang Berpengawet

Ada kejadian menarik hari ini. Well, menarik untuk sisi tertentu, menyusahkan di satu sisi.

Hari ini trio kwek-kwek (Neno-Kiki-Iis) ngga punya makan siang yang biasanya mereka makan. Me and Kiki sudah 2 hari ini ngga ada makan siang karna yang biasa kita langganan lagi ngga jualan sampe waktu yang tidak ditentukan *fiuh*, then teteh Iis hari ini ngga bawa bentou*. (eh, dari kemarin juga ding..)

Di waktu tengah hari, tiba2 si bos dateng ke ruangan n membicarakan tentang makanan Indonesia. Doski (ah, lupus sekali.. refer to si bos) bakal ke bali weekend ini, n keluarganya dari Jepang pun akan datang, and he'll try to introduce some indonesian food which he'd tried before to his family. Jadilah dia mulai menyebut sambil minta tolong dibenerin spellingnya, n sambil mendeskripsikan makanan tersebut.
Dimulai dari Nasi Capcay, Nasi Timbel, Nasi goreng, Bakso, Otak-otak, Mie Ayam..Mie Ayam.. Mie Ayam.. langsung kata2 "Mie Ayam" tadi nempel n terngiang2 di kepala trio kwek-kwek hehe..

And.. end up with ordering "Mie Ayam *****" di rumah makan deket kantor yang cukup terkenal namanya di daerah ibukota dan sekitarnya untuk makan siang hari ini. Rasanya enak, bentuknya bikin mupeng, Porsinya pas untuk si Neno yang sedang kelaparan, tapi ternyata Teh Iis yang pada saat makan sanggup menghabiskan Mie-nya, eh lama2 baru kerasa penuuuh perutnya, kekenyangan hehehe..
Jadilah Neno dan Kiki mengajak teh Iis untuk duduk selonjoran di Mini Pantry kita, but then penderitaannya ngga berakhir sampe disitu.

Bel kantor bunyi, udah masuk lagi, jadi kita yang pada selonjoran terus berdiri. Ternyata leher belakang sampe muka-muka nya si teteh kerasa tegang, sampe udah ngga bisa mikir n ngapa2in deh karna rasanya yang mungkin kurang lebih kayak kepala ditarik n muka ditabokin? hehe..
N baru aku inget.. Teh iis ini, sensitif dengan bahan pengawet. Sangat sensitif, sampai2 bisa cuma dalam waktu sekian menit, efeknya langsung kerasa, dan rasanya seperti yang dideskripsikan tadi. Waktu itu pernah denger ceritanya, n akhirnya ngeliat sendiri.

Jadi, si teteh ngga bisa makan makanan yang berpengawet parah. Langsung kejadian kayak tadi. " Hebat juga.." pikirku n Kiki, bisa langsung mendeteksi, n jadi tau makanan apa yang berpengawet banyak. Ya..ada enak ngga enaknya, tergantung dari mana melihatnya.
Enak karna bisa jadi tau, mana-mana aja makanan yang berpengawet, n besok-besok jadi bisa menghindari, otomatis hanya bisa menerima makanan yang bagus, segar, n ngga berpengawet.
Ngga enak kalo doyan makan, jadinya ngga bisa bebas makan ini itu, apalagi kalo doyan banget sama sesuatu tapi ngga bisa makannya hehe.. Tapi.. ngga enak sekarang, enak di masa depan, badan bisa lebih sehat n terhindar dari penyakit.


okray dokray, itu cerita untuk hari ini.
Kesimpulannya.. mungkin saya akan menghindari makan Mie Ayam di toko itu hehwehwhe...
kalo makanan lainnya sih ada yang nggapapa, soalnya si teteh pernah makan makanan yang lain, tapi fine-fine saja.
hehehe

Stay Healthy!


*bentou = bekal

Thursday, September 03, 2009

Perempuan Perkasa

Inspirasi itu sebenarnya banyak muncul di pagi hari, sambil jalan kaki menuju angkot merah di depan pintu masuk komplek kost. Entah kenapa bisa begitu, tapi sayangnya ketika sudah sampai kantor, semua itu terlupakan, lupa untuk segera menuangkannya di word atau e-mail kantor seperti sekarang, karena banyak hal-hal kecil yang menunggu untuk dikerjakan setiap hari, di pagi hari. Apalagi kalo udah ketemu Bapak di sebelah ruangan, kemudian dia bilang "Selamatto Pagii..", langsung deh rasanya kerja hari itu sudah dimulai..hehehe...

Hampir tiap hari aku mikir melihat keluarga India di pinggir jalan utama komplek, memarkir mobil meraka dipinggir jalan. Keluarga, ya, keluarga, Bapak-Ibu dan anak2 yang setiap hari berkumpul di sepanjang jalan itu. Tapi.. kayaknya diceritain lanjutannya besok saja, sekarang lagi agak ga mood untuk menulis tentang ini.
Mari kita cerita-cerita tentang yang lain aja, yang aku juga udah sempet kepikiran buat menuangkannya di blog beberapa hari yang lalu.

Barusan, aku sempet online dari HP, iseng aja, gak untuk ngajak ngobrol siapa-siapa sebetulnya, paling kalo ada adek lagi online, disapa sebentar. Sampe akhirnya liat status ym! nya temen, yang isinya berita duka cita atas kepergian anak dari kakak kelasku SMA, yang baru2 ini lahir. Aku kurang tahu sebabnya apa, cuma memang waktu itu pernah denger kalo ada masalah, dan akhirnya melahirkan dengan operasi. Dan ternyata hari ini Allah memanggilnya. Mbak Erlin n Mas Afif, semoga diberi ketabahan dan kesabaran.. Allah knows the best for all of you, especially for him.
Aku sebenernya udah lama banget gak kontak ato nyapa2 mbak Erlin, sejak lulus SMA mungkin ya, padahal we're connected through friendster and facebook hehe.. Yah yokatta menyambung silaturahmi lagi dengan sapaan, walaupun sayangnya melalui hal yang berat buat mereka.

Rasanya masih agak gimana..gitu di dada, setelah baca status ym! nya Asta tadi..
Hari minggu yang lalu(kalo ga salah). Aku nonton Oprah tapi bukan yang disiarin TV lokal, kebetulan TV di dapur kost itu TV berbayar alias cable TV, jadi waktu itu aku nonton Oprah lewat channel luar. Hari itu guest-nya Celine Dion. Wahh..tidak boleh dilewatkan hehehe..

Celine talked about her book, which tells about 12 heroes who could be our inspiration to live our life. They are 12 children, with great experience in their life. Some have disabilities, had a very hard time to continue their live, but one thing is that they struggle for their life through what they've been through and they did it, they succeed it.
Selain itu Celine juga cerita sedikit tentang keluarga, terutama anak laki-laki satu2nya. I didn't see it form the beginning, jadi gak tau sebenernya apa topik hari itu, tapi sepertinya.. tentang anak/ keluarga.

Sampai kemudian ada penonton yang mengirimkan entah surat atau e-mail atau melalui website oprah, dia recommed oprah untuk melihat sebuah video, yang diupload di youtube, berjudul 99 balloons, cerita tentang keluarga, dengan anak pertamanya, Eliot, yang menderita Trysome-18 sejak masih di dalam kandungan. Video itu diputar, semua menonton, including me dari kost. n hasilnya.. aku yang hampir gak pernah nangis kalo liat yang sedih2 di TV aja bisa sesengukan, both Oprah and Celine nangis, I think everybody would cry seeing the video..
Sedih banget..narasi-nya dibacakan sama Ayah si bayi, yang menceritakan menjelang kelahirannya, vonis penyakitnya, vonis dokter atas penyakitnya, sampai kelahirannya, dilanjutkan dengan keseharian setelah Eliot lahir dan berjuang melawan penyakit mematikannya, sampai di hari ke 99.. ah..keren lah pokoknya. Narasi itu seperti sebuah surat untuk Eliot setiap harinya.. can you imagine that..?
Gak ngebayangin kalau aku yang jadi orang tua Eliot..berat pastinya..

Kemudian ternyata oprah terhubung dengan Ginny and Matt, the parents, mereka ngobrol sedikit, 1 hal lagi yang menurutku keren n hebat banget, dan ternyata celine dion juga berfikir begitu, adalah pernyataan dari Ginny ketika dia ditanya bagaimana perasaannya, mengetahui segala vonis itu, dan dia bilang, pada saat itu dia gak mau sedih, gak ada waktu buat sedih selama 99 hari kebersamaan dia dengan Eliot, sedih itu nanti, sekarang yang terpenting ya hanya happy, happy to be with Eliot, memanfaatkan setiap detik kebersamaan yang ada tanpa mengkhawatirkan yang nanti. Intinya, apa yang ada sekarang dinikmati, selagi masih ada waktu. Hehe.. Ibu yang hebat.. Ibu yang gak mau sedih bersama anaknya, karena hidup bersama anaknya terlalu berharga buat dia meneteskan air mata walaupun hanya satu tetes.

Dan ketika anaknya pergi..mungkin rasanya "hancur", tapi ketika mereka berfikir bahwa itu semua yang terbaik untuk anaknya..mereka punya kekuatan kembali.
Sugee Jan?!*

Kurasa semua Ibu begitu.. ;)


*hebat bukan?!

Thursday, August 27, 2009

mengganggu

I just don’t get it. Ngga ngerti jalan pikiran beberapa orang, hal yang buruk di elu-elu kan , yang baik, ditertawakan. Padahal efeknya bisa jadi cukup besar either untuk orang tersebut, ataupun secara umum pandangan orang yang nantinya ya..akan menjadi sebuah pola pikir yang akan diterima oleh dirinya, oleh pemahaman dia sendiri.


Secara tidak langsung, orang akan menilai itu benar, itu biasa, karena apa? Karena itu disosialisasikan melalui elu-elu atau sebaliknyaorang akan menilai sesuatu aneh, karena masayarakat terbiasa menertawakannya, how ironic.


Mungkin tidak selalu begitu, banyak orang yang mempunyai pendirian dan hati yang kuat untuk tetap berada dalam pendiriannya ketika orang-orang memandangnya aneh ataupun menertawakannya. Tapi sayangnya..lebih banyak orang yang tidak begitu.


Aku teringat dengan satu kejadian yang lalu, mungkin sudah beberapa tahun yang lalu. I was there, I just finished my prayer or..I was just about to start it. Ada seseorang yang juga akan sholat pada saat itu, yah mungkin, sama sekali tidak bermaksud suudhon, mungkin beliau agak jarang terlihat sholat di depan umum/ di depan teman-temannya. Tapi gak ada yang tau kan dia dirumahnya? Toh ibadah is just about us and Allah.. Mungkin karena hal itu, ada temannya yang seketika melihatnya bersiap-siap untuk sholat, langsung berkomentar sambil tertawa “ Cieh xxx sholat!”(or semacam itu aku lupa persisnya). Dan hal itu memecah konsentrasinya sehingga dia tertawa dan butuh waktu cukup lama untuk bisa kembali sholat. Dan aku tak tahu keesokan hari dan seterusnya.


Why? Why should you talked like that? Yah mungkin itu hanya bermaksud bercanda, tapi emangnya ada yang salah? Sampai-sampai mau sholat aja di cieh2 in.. Dengan kalimat seperti itu, orang bisa saja mengambil kesimpulan sendiri bahwa dia tidak pernah sholat, dan kali ini dia sholat, padahal belum tentu begitu, walaupun mungkin juga belum tentu salah. Tetapi apa salahnya kita berkomentar yang lebih educated lagi, berilah komentar yang mengarah ke support, sehingga dia merasa nyaman melakukan ibadah, bukan memecah konsentrasi beribadahnya. Kalau perlu gak usah berkomentar, just say hamdalah in your heart, dia dapet pahala, kita pun juga karena sudah mensyukurinya.


Hal-hal seperti ini sering sekali terjadi. Akibatnya.. lihat saja yang terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang.. Kemana kiblat hidup mereka?pola pikir? gaya hidup?fashion? Lihat dan telaah lagi, apa yang mereka pahami sebagai“keren” dan“gaul”?


Intinya, perubahan untuk menjadi pribadi atau mencapai sesuatu yang lebih baik itu haruslah disyukuri, dido’akan, disupport. Dan dalam kaitannya dengan seseorang, kita harus tahu bahwa orang itu berbeda-beda. Ada orang yang dengan sedikit ledekan dia bisa saja cuek and keep go on,even malah bikin dia bersemangat, ada orang yang malah akan jadi “jiper” dan “malu” dengan perkataan kita, dia kehilangan kepercayaan diri untuk melakukannya lagi, bisa sampai dia berhenti melakukannya dan kita lah yang menjadi penyebab semua itu. Penyebab orang menjadi baik, gawatnya lagi, penyebab orang menjadi jauh dengan Tuhan.


Kamu mau bertanggung jawab untuk itu?


-office, sebelum pulang-

Sunday, March 01, 2009

Just pretending to be innocent hah!

mo..
He loves me I know.
He won't let me being cheated for a long time.
He won't let me know nothing.
Thank you Allah..

I know what's going on.
I just pretend to be innocent.
you, don't you ever feel relieved that I won't know.
I will know, and I know now.

watashi, shiranai wake nai desho!!!!!
kizuita.
what do you want hah? what did I do to you hah?

Saturday, January 24, 2009

Belajar Bersikap Baik

Janji adalah janji,
Janji adalah hutang,
Janji adalah apa yang sudah terucapkan oleh mulut sebagai bentuk dari sebuah komitmen pada saat itu terhadap lawan bicara,
Janji adalah bagian dari memegang sebuah amanah

Menepati janji adalah bagian dari cara membayar hutang,ketika janji adalah sebuah hutang,
Menepati janji adalah bagian dari sebuah profesionalisme,
Menepati janji adalah bentuk dari cara kita mejaga sebuah amanah,
Menepati janji adalah bagian dari cara kita menghargai orang (yang kita beri janji)

Banyak keadaan dimana kita dihadapkan pada keadaan sulit atau bahkan tidak bisa memenuhi janji, tapi selalu ada solusi untuk mengatasi itu.

Konfirmasi.
Adalah hal yang paling mudah dan cepat bagi kita untuk bisa dengan cepat memberi kabar ketika kita sulit/tidak bisa memenuhi janji.

Tetapi apapun itu, intinya, dari diri kita sendiri, sudah harus ada itikad baik untuk bisa dengan maksimal untuk bisa memenuhi setiap janji kita terhadap seseorang.
Tidak boleh menggampangkan sebuah janji.
Menepati janji, adalah bagian dari cara kita bersikap baik terhadap seseorang.
Tidak bisa menepati janji karena menggampangkan sebuah janji? Sering ingkar janji? Berarti dia kurang bisa bersikap baik dan semestinya terhadap orang tersebut.

Salah satu yang bisa aku pelajari dan ambil dari orang2 jepang adalah bagaimana mereka memegang teguh sebuah janji, sebuah amanah. Amanah dalam hal apapun. Dan ironis ketika melihat orang yang seharusnya lebih bisa menjaga amanah karena dia tumbuh dan besar dengan ajaran2 agama yang mengajarkannya tentang amanah, ternyata bisa melalaikan sebuah amanah dan janji dengan gampangnya, segampang dia membalikkan badan.

Sejak dulu, untuk sekali atau beberapa kali di awal aku mungkin masih bisa deal dengan orang bertipe seperti ini. Tetapi untuk selanjutnya, biasanya aku memilih untuk menjauhi atau minimal menghindari berurusan yang berkaitan dengan janji dengan orang tersebut. Mau jadi orang-orang seperti ini yang berikutnya? Jadilah, kalau kamu ingin merugi, bukan karena masalah dijauhi sama aku, itu gak penting, tetapi karena kamu semakin jauh dari keteladanan sang Nabi kalau kamu mengidolakannya, jauh dari predikat al-amin, yang dapat dipercaya.